Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2017

Rusuk yang Patah

dia hanya sepotong rusuk yang pernah patah tak lagi berani memandang pelangi yang pernah ia anggap indah benturan dan goncangan perih membuatnya tabu akan sebuah kepercayaan bersahabat dengan sepi adalah pilihan hidupnya memandang pelangi adalah neraka batin yang akan membakar amarah jiwanya hujan, kepada hujan bawalah serpihan-serpihan perihnya  ajari ia tuk kembali merajut kepercayaan sampaikan padanya ada hati yang sedang menunggunya menunggu beku tuk cair @Jariah's www.miyanali.com

Aku mencintaimu. Sungguh!

aku tetap berdiri kokoh ditengah keping rindu yang kian menumpuk aku pernah menampakkan inginku mengajakmu bersandar dalam palung jiwaku tapi, sekeras apapun aku berlari  menggapaimu, kau tak jua menangkap harapku dan akhirnya, aku memilih menikam hatiku yang terus berontak waktu pun terus melaju dengan angkuhnya merayu pun tak ada guna ia tak akan pernah kembali hingga saat ini, aku masih tetap di posisi yang sama melatih diri membalut luka bersembunyi di balik topeng kepalsuan semuanya tak apa semua ini sudah cukup bagiku menemukanmu dalam bahagia adalah nikmat yang akan selalu kusyukuri. @jariah's InfoUnik.Org

Berterimakasihlah pada Jarak

kita bertengkar lagi, lagi dan lagi semua karena jarak katamu kau tahu? aku juga tak lagi mampu menampung rindu tapi ,pantaskah kita menghakimi jarak? berterimakasihlah pada jarak ia telah membuat rindu ini hadir rindu yang akan  menguatkan  cinta kita percayalah. @jariah's Pinterest

Aku pecemburu

Lalu kenapa jika aku pecemburu? Masalah? Jika ia. Maka  berhentilah Yakinku, Akan datang orang yang menghargai cemburuku Kamu ingin aku berubah? Gampang. Lepaskan aku. Enyahlah dari hidupku Beranjaklah dari sisiku Lekas pergi Dan jangan pernah kembali Sebab hadirmu adalah luka @Jariah's ErmaCS's Blog - WordPress.com

Kehilangan Nada

Sekali lagi, Kau membiarkanya berlalu begitu saja Tanpa kesan, tanpa makna. Seperti melodi yang tak lagi utuh; Kita kehilangan Nada Satu per satu Sekarang aku sibuk menghitung nada yang hilang Sedangkan kau mungkin sibuk dengan kekosongan yang kau cipta Tanpa usaha, terlebih niat. @Jariah's 26 Mei 2017

Untukmu yang tak bernama

Terimakasih karena telah menjadi pengganti sepiku. Terimakasih karena  telah  bersedia menungguku. Kamu.. Orang yang berkali-kali ku beri luka Demi mengharap sebuah hati yang ternyata telah lupa Terimakasih karena telah menjadi sabar. Kamu tahu? Selama perjalanan hidupku, baru kali ini aku mendapatkan laki-laki sesabar dirimu. Berkali-kali aku ingin melepas,  berkali-kali juga kau mempertahankan. Kau  terlalu memahamiku Dan terlampau tahu tentangku. Kau tahu marahku bukan untuk melepas. Tapi sebuah usaha untuk memperbaiki. Aku inign mengatakan jika kau terlalu baik untukku  yang sering egois dan ke kanak-kanakan. Orang yang selalu membuatmu khawatir Aku pernah memilih jalan sendiri Tapi, Sabarmu selalu berhasil membuatku pulang. Sebab Katamu, darimu aku banyak belajar bersabar. Maka tetaplah di sampingku. Seperti ini.  @Jariah's #JariahStory #poems weloversize.com

Cinta itu Suci Nak.

            Aku bersyukur. Aku bersyukur bisa mengenalmu. Dan jika kelak Allah telah membuka jalan untukku dan dirimu untuk bisa saling  mendampingi. Aku berharap agar semua sikap egois dan mudah ngambek yang masih sulit untuk aku hilangkan segera terkikis dan menjauh dari diriku. Kuingin selalu bersyukur mengenalmu. Meski kita diselimuti oleh banyak kekurangan. Yang tak jarang membuat kita saling melukai. Semoga. Semoga kekurangan bukanlah hal yang bisa membuat kita menjadi insan yang semakin buruk.             Aku ingin mendampingimu. Selalu. Kau tahu baik itu. Susahmu. Bahagiamu. Aku selalu ingin agar kau tidak sendirian. Tapi, apakah kau pantas untuk menerima sebuah ketulusan? Disaat hadirku mungkin saja kau anggap sebagai beban. Saat ini yang selalu ku ingat hanya pengorbananmu saat pertama dulu. saat masa-masa awal kebersamaan kita. Harapku semoga usia kebersamaan tidak menyurutkan kasih sayang dan ketulusan yang pernah ada dalam dirimu. Harapku. *** Cinta itu suci Nak. sa

Bukan untuk di Baca

Andai ia tahu, betapa aku bersyukur memilikinnya sebagai salah satu teman terdekatku. Selain keluargaku. Dia adalah salah satu orang yang menjadi teman berbagiku. Hanya saja aku tidak bisa mengatakan, jika ia juga menganggapku demikian. Di kecewakan. Sudah sering. Tapi, satu-satunya alasan aku untuk tetap berteman baik denganya adalah dengan mengingat kebaikannya. Terlalu banyak kebaikan yang telah ia sumbangkan dalam perjalanku. Meski tak bisa ku pungkiri. Semua kebaikan itu perlahan-lahan terkikis dan ia mulai menjelma menjadi sosok yang menyebalkan. Menganggap semua mudah. Terlalu menggampangkan segala sesuatu. Dia tidak tahu. Gelas plastik pun jika di lempar berkali-kali bisa pecah. Sabar. Itu yang selalu ia sorakkan saat emosi mulai membuncah karena ulahnya yang tidak bisa berubah. Sudah beribu kali ia berjanji untuk mengubahnya. Tapi, tidak ada kemajuan sama sekali. Tapi, sekali lagi. Aku kembali mengingatkan diriku. Jika diriku sendiri masih memiliki banyak kekurangan. Sangat

Konsultasi Komik

19 Mei 2017, subuh-subuh aku sudah berada di depan leptop dan mengoneksikan leptopku dengan jaringan hpku. Maklumlah, wifi di asrama sedang bermasalah. Sialnya itu terjadi sejak kemarin. Sejak aku butuh-butuhnya mendownlod gambar-gambar untuk komikku yang telah di kirimkan oleh temanku. Semoga saja tidak lalot seperti kemarin doaku. Biasalah jaringan di tabku sering lalot jika di sambungkan. Tapi, Alhamdulillah lancar. Aku segera membuka gmail dan mendownlodnya. Meski ada beberapa yang tidak bisa terdownlod. Setelah mendowndlod aku lanjut mengatur ulang dan merevisi komikku. Lama aku mengaturnya sebab banyak yang harus di ubah. Tidak terasa sudah jam 10 lewat.selesai. Aku lekas pakai baju yang telah ku siapkan subuh tadi. Untung saja aku sudah mandi sebelum kerja komik.            Aku menuju ke tempat print dulu sebelum ke fakultas. Dalam perjalanan aku berdoa semoga tidak antri lagi. Karena seperi biasanya aku harus mengantri lama jika di tempat ini. terlebih lagi jika ada junior y

Surat penelitian

18 Mei 2017, kemarin seperti biasa aku bergegas ke Fakultas. Dengan beberapa agenda. Salah satunnya adalah untuk memberikan Sk kepada penguji konfrenku. Di fakultas aku bertanya ke sana ke mari perihal penguji yang aku dapat siapa tahu saja mereka kenal. Tapi, hanya satu yang berhasil aku dapatkan nomornya itupun setelah bertanya ke beberapa orang yang tidak aku kenal sebelumnya. Pak Yahya. Alhamdulillah dapat satu. Setelah mendapat nomornya aku lekas membeli pulsa dan daftar TM. Lalu segera menghubunginnya. Tentunya dengan menyiapkan kalimat yang ringkas dan pas untuk di katakan. Beberapa saat kemudian hp aku bergetar tanda panggilanku sudah di jawab. Langsung saja aku menanyakan keberadaannya dan tujuanku menelponnya. Saat aku tahu ia berada di LP2M dan ia menyuruhku ke sana.             Aku bergegas. Namun saat aku turun ke lantai dasar. Aku bertemu dengan senior yang juga mengurus penyelesaianya. Ia menanyakan sudah sampai manah langkahku. Dengan cenggar cenggir aku menjawab” ba

Cerita Subuh

Subuh telah bertandang Dedaun terlihat tunduk pada tangkainya yang tenang Aku yakin ia sedang sibuk bertasbih Merapalkan doa dan keagungan penciptannya Mengalahkan jiwa-jiwa yang masih memeluk lelapnya Dalam keheningan subuh Burung-burung bernyanyi memecah sunyi Embun menyeruak naik dengan riangnya Bertanda kehidupan akan kembali berputar 17 Mei 2017 Saat subuh dalam peraduan berbagi kabar positif.com

SK Konfren

Okay mari kita lanjut cerita perjuangan kita. Setelah tiga hari berkas sayai titip di akademik untuk sesi penandatangan Dekan dan pembuatan Sk penguji konfren. Saya akhirnya mendapatkan Sk saya setelah menunggu dari pagi hingga sore. Sebenarnya saya pesimis Sk saya selesai hari ini. sebab, siangnya pas saya cek ternyata TTD pak dekan belum ada di SK. Sementara biasanya untuk mendapatkan TTD Pak Dekan cukup memakan waktu lama. Dengan sedikit kecewa Saya memutuskan untuk pulang ke asrama karena kebetulan seseorang sedang menunggu saya di sana. Tapi saya masih semangat. Dan masih berharap Sk saya bisa segera di TTD.            Beberapa saat kemudian saya kembali  melirik jam di hp saya sudah jam tiga lewat. Saya memutuskan untuk kembali mengecek berkas saya di ruang Dekan. Dan Alhamdulillah mata saya langsung bersinar saat saya melihat TTD Pak Dekan sudah ada. Dengan cepat saya membawanya ke Akademik dengan tujuan bertanya. Hee. Maklumlah tidak ada orang maupun senior yang saya tem

Aku lupa Cara Merangkai Puisi

Aku lupa Aku lupa cara merangkai puisi sebab, angin tak lagi sepoi Hujan tak lagi dingin Pagi tak lagi sejuk Senja tak lagi merona Entah aku yang telah mati rasa Atau mereka yang tak lagi acuh Aku lupa cara merangkai puisi Sejak kepergianmu Puisiku tak lagi utuh 16 Mei 2017 hipwee.com

Proses dan Tahap Meminta Penguji Konfren.

Senin 15 Mei 2017        Pagi-pagi aku sudah datang ke fakultas Tarbiyah dan Keguruan dengan tujuan untuk meminta penguji konfren kepada Pak Rapi (Sekertaris Jurusan Pendidikan Biologi). Setalah minggu lalu aku telah mempersiapkan semua syarat dan berkas untuk konfren.  Adapun syarat-syaratnya: Kartu kontrol juz 30 (untuk Konfren cukup sampai 30 surah sedangkan untuk syarat maju ke ujian meja harus tuntas satu jus 30); Photocopy Sertifikat BTQ, PIBA; Transkip Nilai (Minta di staf jurusan masing-maing khusus P.Biologi Print di Kak sofyan atau kak Ali) dan yang paling penting adalah Surat Pengesahan Proposal. Setelah semua berkas  lengkap, Pak Rapi (Sekjur P.Biologi) menyuruhku untuk mengisi daftar konfren dan untuk kasus saya yang pertama meminta penguji konfren saya harus  membuat buku konfren baru untuk angkatanku 2013 lalu menuliskan semua nama teman kelasku P.Biologi 1,2 saja yah. Di buku itu kita akan mengisi Nama dan Nim. Setelah itu Sekjur akan memilihkan kita penguji. Ad

Lebih dari yang Bisa Kau Bayangkan

Aku membutuhkanmu lebih dari yang bisa kau bayangkan. Kak, mungkin bagimu aku adalah adikmu yang paling rewel dan menyebalkan. Suka menyusahkan. Plus manjanya minta ampun. Kau tahu? Sebenarnya aku mampu melakukan semua itu tanpamu. Buktinya saat pengurusan berkas-berkas aku bisa bergerak lincah meski banyak rintangan dan harus menunggu lama di fakultas. Semua aku lakukan sendiri. Aku berlari ke sana ke sini untuk melengkapi berkas. Hari ini pun demikian. Aku melakukan semuanya sendiri. Banyak bertanya dan menjadi cerewet. Hanya saja saat harus keluar kampus. Aku bisa apa jika aku adalah tukang mabuut akut yang tidak bisa naik mobil(pete-pete). Tapi, sekarang aku bisa melakukan semuanya sendiri dengan naik gojek. Aku bisa melakukan semua tanpamu. Tapi, Bukan itu masalahnya. Kak, kau harus tahu Bukan kesibukanku yang membutuhkanmu. Bukan pula ragaku. Tapi, hati dan perasaanku. Aku membutuhkanmu. Lebih dari yang bisa kau bayangkan. Hanya saja kau tak bisa memahaminya kak. Atau a

Dirimu adalah Candu

Semalam aku melihat bayangmu dalam lelap. Senyum tipis, mata sayumu, masih menemaniku pagi ini. Rindu. Kata itu, rasa itu, kembali datang menemuiku. Aku ingin mengusirnya. Menutup rapat mataku. Tapi sihirmu sungguh kuat membuat lumpuh. Ragaku tak bisa menolakmu. Terlebih lagi hatiku. Sebab dirimu adalah candu.

Lukai Aku Sekali Lagi

Lukai aku sekali lagi Maka esok akan kau temukana hatiku yang semakin menguat Hari ini kubiarkan tangis sebagai pengantar mimpiku Bukan lagi suara ataupun cerita lucu darimu   Biarlah.. Biarlah kekecewaan ini kutangisi malam ini Bukankah waktu adalah pengobat terbaik untuk luka? Jika demikian, maka akan kunikmati luka yang kau titip Dan kubiarkan waktu membawa bayangmu Seperti dulu, Yang tiada kau dalam hidupku Aku baik-baik saja bukan? 08/05/2017 http://www.kutudrama.com/2014/03/wonderful-days-episode-3.html

Abu-abu

Hari ini aku memakai baju abu-abu. Bukan tanpa alasan mengapa aku senang mengenakanya akhir-akhir ini. Tersebkan oleh kesadaranku yang mulai terbuka akan sebuah hal. Jika hadirku ternyata hanyalah beban untuk seseorang. *** Lalu apa hubungannya dengan warna abu-abu? Ini adalah cerminan dari perasaanku sendiri. Selama ini kukira seseorang telah ikhlas bersamaku dan membantu banyak hal dalam hidupku. Ternyata aku salah. Aku kira dia adalah segalanya. Aku kira dia adalah orang yang sangat tulus padaku. Sangat sabar menghadapiku. Aku hampir menyerahkan 100 persen kepercayaanku padanya. Hingga akhirnya aku mengetahui, bahwa hadirku adalah beban untuknya. Aku tentu merasa sangat sakit. Lebih sakit dari patah hati. Dia melukaiku dua kali. Yang pertama dia telah berbohong bahwa dia ikhlas bersamaku. Yang kedua adalah saya menyadari bahwa dia tidak sepenuhnya tulus bersamaku. Mungkin. *** Sekarang waktunya untuk menata kembali hatiku. Tidak ada kata terlambat bukan? Mungkin aku hanya akan

Untuk Apa Ada Aku?

Senja telah beranjak. Diikuti oleh bayangmu yang kian memudar. S ore itu, kau pamit untuk pulang. Katamu kau tidak bisa menghubungiku untuk beberapa hari ini. Seminggu lebih tepatnya. Ada sesuatu yang ingin kau selesaikan. Seketika senyumku berubah jadi kecut. "Tidak bisakah kau mengerjakannya lalu menyisihkan sedikit waktumu untuk berkabar denganku?" Katamu "Tidak!!" Aku menarik langkahku bersama kekecewaan . Lalu untuk apa ada aku jika hadirku hanya sebagai penghalang langkahmu?  Untuk apa ada komitment tuk bersama saat kau tidak bisa melakukan apa-apa jika ada aku?  Lalu bagaimana kehidupan setelah menikah nanti? Aku pasti akan selalu ada di dekatmu.  Jika katamu demikian, maka untuk apa kita bersama?  Dulu kau bisa menyelesaikan sebuah buku untukku. Tanpa harus ada jedah dan jarak antara kita. Kau bisa menghasilkan banyak tulisan lalu terbit. Kita kompak melakukannya bersama-sama. Lalu kenapa baru sekarang kau mengatakan untuk memberi jarak pada ki