Langsung ke konten utama

Gara-gara Jangkrik

WAKTU telah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Mataku masih berat untuk terbuka. Aku kembali menarik selimut yang sudah melorot jauh ke kakiku. Suara-suara jangkrik riuh menggangguku. Mataku menjadi enggan untuk terpejam kembali. Aku terpaksa menanggalkan selimut dan bangun dengan mata yang masih sedikit memicing lalu menuju ke kamar mandi. Aku mengambil air wudhu dan melaksanakan salat Tahajjud. Setelah salat, karena merasa mataku telah segar, iseng-iseng aku menyalakan laptop dan membuka aplikasi pengedit video, movie maker. Aku lalu teringat dengan agenda roadshow yang akan kami lakukan jam 8 nanti di salah satu SMA yang ada di Makassar. Tepatnya di SMA Muhammadiah 6 Makassar. Aku lalu menyusun materi yang akan aku bawakan di roadshow nanti. Meskipun awalnya aku sama sekali tidak memiliki rencana untuk membuat film dokumenter tentang materi yang akan aku sampaikan.
Pukul 03.30 aku mulai menyusunnya sampai waktu menunjukkan pukul 05.00. Azan telah bersahutan dan syukur alhamdulillah materinya telah rampung. Aku pun meninggalkan tempat dudukku dan kembali mendirikan salat subuh.

***

    Kalian tahu apa yang ingin aku sampaikan dari tulisan di atas? Ucapan terima kasih kepada jangkrik yang telah mengganggu tidur saya. Sebab film dokumenter ini sangat membantu saya dalam menyampaikan materi dan motivasi kepada adik-adik yang telah hadir pada roadshow kami. Meski harus menempuh perjalanan yang lumayan jauh dari Bontonompo, Kab. Gowa sampai di Makassar(Jln. Muhammadiyah; dekat Masjid Raya Makassar) meski sempat beberapa kali kesasar. Ada kepuasan sendiri yang saya rasakan saat selesai berbagi. Minimal berbagi ilmu titipan yang secuil ini. Saat sampai di lokasi Roadshow,  saya sempat kecolongan. Saya baru tahu jika ternyata roadshownya dilaksanakan mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 15.00 sore. Di luar dari kebiasaan kami. Jika biasanya roadshow hanya sampai pada pukul 12.00 siang, hari ini sampai sore atas permintaan kepala sekolah yang sangat antusias dengan kegiatan ini bahkan sempat menyiapkan konsumsi untuk semua peserta roadshow dan pemateri. Aku kembali mengelus dadaku. Dan sekali lagi berterimakasih kepada jangkrik. 
Sekian.
Makassar, 21 Oktober 2017



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konsistensi PT Semen Tonasa dalam Menyandang U4 di Kawasan Timur Indonesia

AINUN JARIAH
(Mahasiswa Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar) ainunjariiah12@gmail.com
KONSISTENSI dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti tetap; tidak berubah-ubah; taat asas; kesesuaian; sejalan. Konsistensi adalah hal yang sangat sulit untuk dijaga. Sebab, ada banyak pengaruh-pengaruh dari lingkungan yang mampu menggoyahkan konsistensi itu sendiri. Namun, dalam hal ini PT. Semen Tonasa berhasil menjaga konsistensinya dalam menghasilkan produk yang unggul dan bermutu. Ini dapat dilihat dari kegiatan-kegiatan serta penghargaan yang telah didapatkannya sejak tahun 1968.
     PT Semen Tonasa (Persero) adalah penghasil semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia. Perusahaan yang berdiri sejak 1968 ini terletak di Desa Biringere, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Jaraknya sekitar 68 kilometer dari kota Makassar. PT Semen Tonasa mempunyai lahan seluas 715 hektare dan empat unit pabrik siap beroperasi kapan saja. Sejak 48 tahun …

Pernikahan Tidak Harus Mematikan Mimpi

Dulu, sebelum hari itu tiba.  Hari dimana kau mengucapkan kalimat sakral di depan penghulu Ada banyak kekhawatiran-kekhawatiran yang menyerang kita. Keragu-raguan akan masa depan. Tentang rezki, Pendidikan dan cita-cita. Namun seperti kebanyakan orang, di usia memasuki kepala dua, cinta menjadi masalah yang sangat memengaruhi kehidupan seseorang.KIta semua tahu efek dari jatuh cinta sangatlah besar. Keinginan untuk selalu bersama dan rindu yang selalu membandel adalah dua hal yang akan menyerang orang yang sedang jatuh cinta. Dan kita tahu baik bahwa tidak ada obat yang paling mujarab bagi kita yang sedang jatuh cinta namun tetap dalam naungan ridhonya adalah dengan jalan menikah. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Nabi SAW.  Dari Ibnu Abbas ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan." (H.R. Ibnu Majah) Kita yang kala itu mengingink…

Cerpen Kisah Kita Terbatas by Ainun Jariah

Namaku Ainiy. Lengkapnya Zahratul Ainiy. Aku adalah mahasiswi baru di Universitas Islam Negeri Makassar. Aku lulus di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Biologi. Aku sangat bersyukur saat dinyatakan lulus di jurusan ini. Jurusan yang aku impikan dari dulu.

"Alhamdulillah benar pesan ustadz Rasyid. Allah itu maha pemberi rezeki dan telah mengatur semua rezeki hambanya, selanjutnya tergantung kita mau menjemputnya atau tidak. Menjemputnya tentu saja dengan berusaha. Semut saja Allah perhatikan apalagi kita, lihat tuh semut di atas batu itu, dia mendapatkan rezeki karena dia berusaha mencari," Fahimah menunjuk semut-semut yang berjejer membawa makanan di atas sebuah batu besar di sampingku.

Aku bersyukur Allah mengirimkan sahabat sebaik Fahimah kepadaku. Gadis cantik dan soleha. Anak dari salah seorang petinggi di pesantren. Anak ustadz Rasyid. Meskipun begitu dia tidak pernah sombong. Bukan hanya Fahimah, Ummi Aisyah dan uztadz Rasyid, orangtua Fahimah juga ta…