Langsung ke konten utama

Postingan

Al-Muqtadir

Pernahkah kalian berada dititik dimana kau telah menyerah? Lalu mengiklaskan semua kepada yang kuasa. Yah, inilah yang aku alami saat ini. Di atas sajadah aku kembali menitikkan airmata. Airmata kepasraan seorang hamba kepada penciptanya. Untuk hal yang aku harapkan dan belum bisa terealisasi, mungkin Allah punya jalan tersendiri. Mungkin ini jalan terbaik atau Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih besar di hari esok.  Atau Allah telah menyiapkan yang terbaik untukmu. kita tidak tahu keajaiban-keajaiban apa yang telah disiapkanya untuk hambanya. Tugas kita hanyalah berusaha menjadi hamba yang taat. Melakukan semua dengan sebaik mungkin. Berusaha sebisanya. Semoga kita mendapatkan yang terbaik.
Amiin.
                            Sumber:SlideShare

Mimpi yang Tertidur

Setiap hari kita hanya menunggu.
Mengulur waktu terlalu lama. Hingga sebagian impian telah pergi termakan usia.
Mungkin kita butuh belajar lebih keras lagi atau mati dimakan penyesalan tiada henti. Diam tanpa usaha? Bukan begitu caranya menggapai mimpi Nak. Kau harus memeras keringat, membiarkan matamu menyaingi panda pada lingkaranya.
Mungkin salah satu hal yang membuat kita lalai adalah fasilitas yang kita miliki sekarang.Tanpa adanya management yang baik dari diri pribadi fasilitas yang seharusnya membawa banyak manfaat justru menjadi bumerang bagi pemiliknya.

Terkadang kita terlalu lama berleha-leha di depannya. Menatap medsos (FB, Ig,dkk..) di smarphone  berjam-jam, yang isinya tidak lain  hanya sebatas status skefo (sekadar info) tak memberi nutrisi bagi otak.

Bangunlah Nak,
Jangan menjadi generasi yang dikendalikan oleh teknologi. Dirimulah yang harus mengendalikannya. Kurangi membuka beranda FB mu. Berselancarlah pada media online yang menyajikan lebih banyak informasi. Atau l…

MEA: Maju Atau Terjajah ? Oleh Ainun Jariah

MEA singkatan dari masyarakat ekonomi asean, saat ini telah hangat diperbincangkan di seluruh negara ASEAN. Tak terkecuali di Indonesia sendiri. Baik didunia pemerintahan, bisnis maupun di perguruan tinggi telah banyak diperdebatkan akan dampak negatif dan positif dari kebijakan ini. Pertemuan dan seminar yang membahas mengenai MEA telah banyak diadakan dalam rangka mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi pasar bebas yang akan masuk dinegara kita pada akhir tahun 2015.            Dalam banyak seminar, dikatakan bahwa MEA sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat ASEAN. Di samping itu, dengan hadirnya MEA juga dapat meningkatkan penanaman modal asing (PMA) yang akan membuka lapangan kerja baru. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah mampukah kita sebagai masyarakat pribumi bersaing dengan negara-negara lain yang jauh lebih berkembang dibandingkan Negara kita, Indonesia? Tidak menutup kemungkinan kita akan tenggelam di dalam persaingan yang sengi…

Sepenggal Hikmah

Semakin banyak buku yang saya baca, saya merasa semakin bodoh dan sangat tidak pantas untuk dikatakan sebagai penulis. Masih sangat minim pengetahuan saya tentang kepenulisan. Saya merasa belum tahu apa-apa. Apalagi untuk berbicara di depan siswa atau mahasiswa. Saya merasa belum ada apa-apanya.
        Pada kesempatan hari ini, saya mulai menjadi pemateri di salah satu Universitas yang ada di makassar. Bisa dibilang nekat, karena menerima tawaran dari salah seorang teman untuk menggantikannya menjadi pemateri.
         Sebenarnya saya sedikit canggung dan hampir menolak sebab di hadapkan dengan suasana dan keadaan yang berbeda dimana biasanya saya di dampingi oleh teman-teman penulis dan yang saya hadapj hanyalah siswa SMA, sekarang saya harus menjadi pemateri tungal dan menghadapi mahasiswa dari Universitas lain. Terlebih lagi tak ada satu pun yang saya kenal dari panitia.
         Tapi, karena rasa ingin berbagi yang begitu besar. Rasa haus akan pengalaman yang begitu menantang. Sa…

Beranilah Mencoba.

Sebuah kesyukuran bisa menjadi salah satu pembicara di acara RoadShow literasi yang dilaksanakan oleh Komperatif(Komunitas Penulis Kretif dan Inspiratif)di salah satu SMA yang ada di Kabupaten Gowa. Pada kali ini di SMA 14 Gowa. Meski sebenarnya ini adalah RoadShow kami yang ke tiga. Syukur tak henti saya ucapkan untuk kesempatan ini. Selain dapat membagi ilmu maupun pengalaman menulis, sebagai calon guru akan sangat membantu bagi saya untuk melatih diri menjadi pembicara di forum-forum. Baik forum kecil maupun besar. Baik di depan siswa-siswi sampai di depan kepala sekolah dan guru dari SMA yang  kami datangi.
      Dalam kesempatan ini, saya menjadi moderator sekaligus pembawa acara. Alhamdulillah berkat bekal kebiasaan saya mulai dari MTS.N sampai MAN berbicara di depan umum dalam hal ini (Aktif di Osim, selalu ikut lomba pidato, cerdas cermat, Pramuka maupun PMR) apapun itu yang dapat memupuk keberanian sejak dini untuk selalu berbicara di depan umum hari ini saya dapat merasakan …

Gara-gara Jangkrik

WAKTU telah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Mataku masih berat untuk terbuka. Aku kembali menarik selimut yang sudah melorot jauh ke kakiku. Suara-suara jangkrik riuh menggangguku. Mataku menjadi enggan untuk terpejam kembali. Aku terpaksa menanggalkan selimut dan bangun dengan mata yang masih sedikit memicing lalu menuju ke kamar mandi. Aku mengambil air wudhu dan melaksanakan salat Tahajjud. Setelah salat, karena merasa mataku telah segar, iseng-iseng aku menyalakan laptop dan membuka aplikasi pengedit video, movie maker. Aku lalu teringat dengan agenda roadshow yang akan kami lakukan jam 8 nanti di salah satu SMA yang ada di Makassar. Tepatnya di SMA Muhammadiah 6 Makassar. Aku lalu menyusun materi yang akan aku bawakan di roadshow nanti. Meskipun awalnya aku sama sekali tidak memiliki rencana untuk membuat film dokumenter tentang materi yang akan aku sampaikan.
Pukul 03.30 aku mulai menyusunnya sampai waktu menunjukkan pukul 05.00. Azan telah bersahutan dan syukur alhamdulilla…

Jadilah Pembaca yang Rakus Nak.

2 Oktober 2017  Hello selamat pagi Dear dan selamat datang di bulan Oktober.  Dan masih saja dalam suasana  penghujan. Yoo wees nggak papalah. Bukanya hujan adalah pembewa rezki?. Semoga saja. Oh iya, ini adalah hari senin, saatnya anak kuliahan pada ngampus. Uppz. Dan ternyata saya telah menanggalkan status mahasiswa saya kemarin. Pada tanggal 28 september kemarin. Yah, baru-baru ini. dan selamat Nak. Kamu telah memasuki dunia baru. Pengangguran. Aku harap hanya untuk sementara waktu saja gelar ini tersematkan padaku. Sebab, keinginan untuk segera melanjutkan kuliah masih sangat besar. Ya, terutama kuliah ke luar negeri. Masih sangat bersar harapanku. Meski begitu aku sadar, untuk saat ini bukan lagi saatnya meminta kepada ortu untuk membiayai S2 saya. Yaah, lebih tepatnya saya akan mencari beasiswa. Beasiswa yang selama ini saya incar-incar ialah LPDP. So, sekarang untuk menuju ke sana apa yang harus saya lakukan? yah tentu saja dengan banyak belajar bahasa inggris. Dan untuk saat ini…

Man Jadda Wa Jada

29 september 2017
Man Jadda Wa Jada. Biarlah aku mengabadikan niatku ini. keinginan yang begitu kuat. Harapan yang begitu besar. Dulu, aku pernah menuliskan daftar keinginanku. Ada begitu banyak harapan dan keinginan di sana. Beberapa diantaranya telah tercoret. Termasuk harapan untuk menerbitkan buku puisi, Novel, cerpen, Opini, Essai. Aku telah berhasil menyelesaikan harapan itu. Dan kemarin aku kembali berhasil mencoret satu harapan yang telah tercapai di waktu yang tepat. Aku berhasil menyelesaikan S1 di salah satu Universitas Islam di Makassar (28 September 2017). Alhamdulillah dengan predikat Cum laude.  So, what the next? Baiklah, sebenarnya masih ada mimpi dan harapan yang belum tercapai di dalam daftar yang pernah aku buat. Masih sangat banyak. Dan jika ditinjau dari segi waktu, ada dua harapan yang akan aku kejar kembali dalam waktu dekat. Menikah dan melanjutkan S2 di luar negeri. Wah, Menikah? Ya, di usiaku yang hampir memasuki 23 tahun tentu saja aku berkeinginan untuk segera…

Juni dan luka

hai Juni..
tak terasa kita kembali bersua,

juni,
kau tahu?
aku mulai letih
bersama harapku yang mulai menyusut
dalam lingkaran kecewa yang tak kunjung redam
kini,
ku tanggalkan harap bersama angin
mengejar bayang ilusi yang tak juga pasti
logika beku tak ingin tahu
putusan hati lahirkan tangis

akankah waktu menjadi penawar?
entahlah..
mungkin esok semua akan pulih


@jariah's

www.vebma.com

Rusuk yang Patah

dia hanya sepotong rusuk yang pernah patah tak lagi berani memandang pelangi yang pernah ia anggap indah benturan dan goncangan perih membuatnya tabu akan sebuah kepercayaan bersahabat dengan sepi adalah pilihan hidupnya memandang pelangi adalah neraka batin yang akan membakar amarah jiwanya
hujan, kepada hujan bawalah serpihan-serpihan perihnya  ajari ia tuk kembali merajut kepercayaan
sampaikan padanya ada hati yang sedang menunggunya menunggu beku tuk cair
@Jariah's www.miyanali.com