Langsung ke konten utama

Postingan

Empat Hal yang Membentengi Diri dari Korupsi Oleh Ainun Jariah

Sejumlah media tak henti-hentinya memberitakan kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Baik itu di televisi, koran maupun radio. Korupsi merupakan kata yang sudah sangat lazim mampir di telinga kita. Korupsi bukan lagi hal yang tabu di masyarakat Indonesia. Menurut Undang-Undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menjelaskan bahwa korupsi adalah setiap orang yang dikategorikan melawan hukum, melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan maupun kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Baru-baru ini Presiden Jokowi mengumumkan jumlah kasus korupsi yang berhasil diunggah di media. Dan rata-rata pelaku korupsi dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan. Sebagaimana berita yang dilansir oleh liputan6.com menyatakan bahwa:
“Hingga hari ini sudah 122 anggota DPR dan DPRD, 25 mente…

Media Sosial dan Hoaxs oleh :Ainun Jariah

06 April 2017, 09:54:43
-
Akhir-akhir ini media sosial dibanjiri hoaks yang tak jarang membuat banyak pengguna sosial media (sosmed) menjadi khawatir. Seperti halnya berita penculikan anak yang sedang marak baru-baru ini. Setelah tersebarnya berita penculikan anak di berbagai media sosial, banyak orang tua resah menunggu anaknnya selama sekolah. Sebagaimana dilansir Liputan6.com (25 Maret 2017) mengatakan, di Ngawi, Jawa Timur, wanita paruh baya penderita gangguan jiwa menjadi korban main hakim sendiri karena dituduh penculik anak. Inilah salah satu contoh akibat berjamurnya hoaks yang ada di media sosial (medsos) mengenai penculikan anak, yang memicu masyarakat main hakim sendiri dan membuat banyak ibu rumah tangga tidak tenang. “Ini sangat bahaya kalau hoaks ini dibiarkan dan dipercaya masyarakat. Harusnya masyarakat mengantisipasi hal itu dengan banyak merenung dan terus belajar bijak dalam hal apa pun. Intinya masyarakat harus tahu dampak buruk dari hoaks itu sendiri,” ujar Bupati …

Aira dan Desember yang Patah Oleh: Ainun Jariah

Aira dan Desember yang Patah Oleh: Ainun Jariah Sore itu Aira melajukan motor dengan sangat kencang. Bukan karena tamparan air hujan yang sedang mengepung Makassar. Tapi karena saat itu ia habis bertemu dengan Arka. Laki-laki yang datang beberapa bulan lalu bersama keluarganya membawa lamaran ke rumahnya. Kepalanya diserbu oleh banyak pertanyaan. Saat ini hatinya terasa dilindas truk berkali-kali. Lelaki yang dekat dengannya sejak tiga tahun lalu kembali membuatnya kecewa lagi dan lagi. Kali ini Aira berhasil menemukan percakapan Arka dengan seorang perempuan di akun sosmed yang ia sembunyikan. Aira tidak habis pikir bisa-bisanya Arka menghianatinya. Ia berbohong demi seorang perempuan yang baru dikenalnya.  Hujan semakin deras. Seluruh pakaian Aira telah basah. Namun ia sama sekali tidak mengacuhkannya. Air matanya lebur bersama hujan yang membasahi bumi. Ia berhenti di depan rumah sahabatnya, Andin. Aira langsung saja menerobos masuk ke rumah Andin tanpa permisi. Untung saja saat i…

Al-Muqtadir

Pernahkah kalian berada dititik dimana kau telah menyerah? Lalu mengiklaskan semua kepada yang kuasa. Yah, inilah yang aku alami saat ini. Di atas sajadah aku kembali menitikkan airmata. Airmata kepasraan seorang hamba kepada penciptanya. Untuk hal yang aku harapkan dan belum bisa terealisasi, mungkin Allah punya jalan tersendiri. Mungkin ini jalan terbaik atau Allah telah menyiapkan sesuatu yang lebih besar di hari esok.  Atau Allah telah menyiapkan yang terbaik untukmu. kita tidak tahu keajaiban-keajaiban apa yang telah disiapkanya untuk hambanya. Tugas kita hanyalah berusaha menjadi hamba yang taat. Melakukan semua dengan sebaik mungkin. Berusaha sebisanya. Semoga kita mendapatkan yang terbaik.
Amiin.
                            Sumber:SlideShare

Mimpi yang Tertidur

Setiap hari kita hanya menunggu.
Mengulur waktu terlalu lama. Hingga sebagian impian telah pergi termakan usia.
Mungkin kita butuh belajar lebih keras lagi atau mati dimakan penyesalan tiada henti. Diam tanpa usaha? Bukan begitu caranya menggapai mimpi Nak. Kau harus memeras keringat, membiarkan matamu menyaingi panda pada lingkaranya.
Mungkin salah satu hal yang membuat kita lalai adalah fasilitas yang kita miliki sekarang.Tanpa adanya management yang baik dari diri pribadi fasilitas yang seharusnya membawa banyak manfaat justru menjadi bumerang bagi pemiliknya.

Terkadang kita terlalu lama berleha-leha di depannya. Menatap medsos (FB, Ig,dkk..) di smarphone  berjam-jam, yang isinya tidak lain  hanya sebatas status skefo (sekadar info) tak memberi nutrisi bagi otak.

Bangunlah Nak,
Jangan menjadi generasi yang dikendalikan oleh teknologi. Dirimulah yang harus mengendalikannya. Kurangi membuka beranda FB mu. Berselancarlah pada media online yang menyajikan lebih banyak informasi. Atau l…

MEA: Maju Atau Terjajah ? Oleh Ainun Jariah

MEA singkatan dari masyarakat ekonomi asean, saat ini telah hangat diperbincangkan di seluruh negara ASEAN. Tak terkecuali di Indonesia sendiri. Baik didunia pemerintahan, bisnis maupun di perguruan tinggi telah banyak diperdebatkan akan dampak negatif dan positif dari kebijakan ini. Pertemuan dan seminar yang membahas mengenai MEA telah banyak diadakan dalam rangka mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi pasar bebas yang akan masuk dinegara kita pada akhir tahun 2015.            Dalam banyak seminar, dikatakan bahwa MEA sangat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat ASEAN. Di samping itu, dengan hadirnya MEA juga dapat meningkatkan penanaman modal asing (PMA) yang akan membuka lapangan kerja baru. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah mampukah kita sebagai masyarakat pribumi bersaing dengan negara-negara lain yang jauh lebih berkembang dibandingkan Negara kita, Indonesia? Tidak menutup kemungkinan kita akan tenggelam di dalam persaingan yang sengi…

Sepenggal Hikmah

Semakin banyak buku yang saya baca, saya merasa semakin bodoh dan sangat tidak pantas untuk dikatakan sebagai penulis. Masih sangat minim pengetahuan saya tentang kepenulisan. Saya merasa belum tahu apa-apa. Apalagi untuk berbicara di depan siswa atau mahasiswa. Saya merasa belum ada apa-apanya.
        Pada kesempatan hari ini, saya mulai menjadi pemateri di salah satu Universitas yang ada di makassar. Bisa dibilang nekat, karena menerima tawaran dari salah seorang teman untuk menggantikannya menjadi pemateri.
         Sebenarnya saya sedikit canggung dan hampir menolak sebab di hadapkan dengan suasana dan keadaan yang berbeda dimana biasanya saya di dampingi oleh teman-teman penulis dan yang saya hadapj hanyalah siswa SMA, sekarang saya harus menjadi pemateri tungal dan menghadapi mahasiswa dari Universitas lain. Terlebih lagi tak ada satu pun yang saya kenal dari panitia.
         Tapi, karena rasa ingin berbagi yang begitu besar. Rasa haus akan pengalaman yang begitu menantang. Sa…

Beranilah Mencoba.

Sebuah kesyukuran bisa menjadi salah satu pembicara di acara RoadShow literasi yang dilaksanakan oleh Komperatif(Komunitas Penulis Kretif dan Inspiratif)di salah satu SMA yang ada di Kabupaten Gowa. Pada kali ini di SMA 14 Gowa. Meski sebenarnya ini adalah RoadShow kami yang ke tiga. Syukur tak henti saya ucapkan untuk kesempatan ini. Selain dapat membagi ilmu maupun pengalaman menulis, sebagai calon guru akan sangat membantu bagi saya untuk melatih diri menjadi pembicara di forum-forum. Baik forum kecil maupun besar. Baik di depan siswa-siswi sampai di depan kepala sekolah dan guru dari SMA yang  kami datangi.
      Dalam kesempatan ini, saya menjadi moderator sekaligus pembawa acara. Alhamdulillah berkat bekal kebiasaan saya mulai dari MTS.N sampai MAN berbicara di depan umum dalam hal ini (Aktif di Osim, selalu ikut lomba pidato, cerdas cermat, Pramuka maupun PMR) apapun itu yang dapat memupuk keberanian sejak dini untuk selalu berbicara di depan umum hari ini saya dapat merasakan …

Gara-gara Jangkrik

WAKTU telah menunjukkan pukul 03.00 dini hari. Mataku masih berat untuk terbuka. Aku kembali menarik selimut yang sudah melorot jauh ke kakiku. Suara-suara jangkrik riuh menggangguku. Mataku menjadi enggan untuk terpejam kembali. Aku terpaksa menanggalkan selimut dan bangun dengan mata yang masih sedikit memicing lalu menuju ke kamar mandi. Aku mengambil air wudhu dan melaksanakan salat Tahajjud. Setelah salat, karena merasa mataku telah segar, iseng-iseng aku menyalakan laptop dan membuka aplikasi pengedit video, movie maker. Aku lalu teringat dengan agenda roadshow yang akan kami lakukan jam 8 nanti di salah satu SMA yang ada di Makassar. Tepatnya di SMA Muhammadiah 6 Makassar. Aku lalu menyusun materi yang akan aku bawakan di roadshow nanti. Meskipun awalnya aku sama sekali tidak memiliki rencana untuk membuat film dokumenter tentang materi yang akan aku sampaikan.
Pukul 03.30 aku mulai menyusunnya sampai waktu menunjukkan pukul 05.00. Azan telah bersahutan dan syukur alhamdulilla…

Jadilah Pembaca yang Rakus Nak.

2 Oktober 2017  Hello selamat pagi Dear dan selamat datang di bulan Oktober.  Dan masih saja dalam suasana  penghujan. Yoo wees nggak papalah. Bukanya hujan adalah pembewa rezki?. Semoga saja. Oh iya, ini adalah hari senin, saatnya anak kuliahan pada ngampus. Uppz. Dan ternyata saya telah menanggalkan status mahasiswa saya kemarin. Pada tanggal 28 september kemarin. Yah, baru-baru ini. dan selamat Nak. Kamu telah memasuki dunia baru. Pengangguran. Aku harap hanya untuk sementara waktu saja gelar ini tersematkan padaku. Sebab, keinginan untuk segera melanjutkan kuliah masih sangat besar. Ya, terutama kuliah ke luar negeri. Masih sangat bersar harapanku. Meski begitu aku sadar, untuk saat ini bukan lagi saatnya meminta kepada ortu untuk membiayai S2 saya. Yaah, lebih tepatnya saya akan mencari beasiswa. Beasiswa yang selama ini saya incar-incar ialah LPDP. So, sekarang untuk menuju ke sana apa yang harus saya lakukan? yah tentu saja dengan banyak belajar bahasa inggris. Dan untuk saat ini…