Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Jangan Asal Kebelet

Untuk kalian yang ingin atau lagi kebelet menikah, jangan asal kebelet karena mengikuti tren atau karena takut ditanya kapan nikah? atau takut dikatakan jomblo. Kalian yang ingin menikah setidaknya memerhatikan dua hal yang sangat penting dari lakilaki atau perempuan itu. Yakni bagaimana agama dan keluarga dari calon pendampingmu.  Apakah agamanya bagus? salatnya tepat waktu? ngajinya? apakah kamu telah yakin bahwa dia adalah laki-laki yang mampu membawamu ke surga? untuk pertanyaan terakhir ini mungkin bisa terjawab oleh jawaban dari pertanyaan pertama. Jika salatnya bagus, jangan ragu untuk melangkah. Sebab salatlah tiang agama. Salat akan menolongmu dari tipu daya dunia. Percayalah. Allah sendiri sudah mengatakan dalam Alqur'an:
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (Al-B…

Pernikahan Tidak Harus Mematikan Mimpi

Dulu, sebelum hari itu tiba.  Hari dimana kau mengucapkan kalimat sakral di depan penghulu Ada banyak kekhawatiran-kekhawatiran yang menyerang kita. Keragu-raguan akan masa depan. Tentang rezki, Pendidikan dan cita-cita. Namun seperti kebanyakan orang, di usia memasuki kepala dua, cinta menjadi masalah yang sangat memengaruhi kehidupan seseorang.KIta semua tahu efek dari jatuh cinta sangatlah besar. Keinginan untuk selalu bersama dan rindu yang selalu membandel adalah dua hal yang akan menyerang orang yang sedang jatuh cinta. Dan kita tahu baik bahwa tidak ada obat yang paling mujarab bagi kita yang sedang jatuh cinta namun tetap dalam naungan ridhonya adalah dengan jalan menikah. Seperti apa yang telah dikatakan oleh Nabi SAW.  Dari Ibnu Abbas ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kami belum pernah melihat (obat yang mujarab bagi ) dua orang yang saling mencintai sebagaimana sebuah pernikahan." (H.R. Ibnu Majah) Kita yang kala itu mengingink…

Permainan Tradisional di Desaku masih Ada

Apa kabar para pembaca jariah's? Semoga tidak bosan ya membaca tulisan-tulisan saya. Semoga😀. Baiklah kali ini saya akan bercerita tentang permainan tradisional yang ada di kampung saya. Permainan yang sudah hampir punah di kota-kota. Atau bahkan sudah tidak ada lagi kita temukan. Seiring berjalannya waktu dan dunia semakin dikuasai oleh teknologi sudah banyak permainan tradisional yang ditinggalkan oleh anak-anak. Meruahnya berbagai macam jenis android dan berbagai aplikasi sosmed lainnya menjadi pemicu. Anak-anak tidak lagi melirik permainan wayang, bongkar pasang, engrang dan permainan tradisional lainnya. Mereka telah beralih kepada permainan yang berbasis teknologi. Misal yang paling populer di kalangan anak-anak adalah permainan mobile legend. Namun, tahukah kalian? Saya sangat bersyukur sebab di sekolah tempat saya mengajar masih terlihat berbagai macam permainan tradisional yang di mainkan oleh anak-anak. Permainan mereka ternyata bermusim, mulai dari permainan karet, Be…

Puisi-puisi bahasa Makassar dari kelas IV MI Anassappu Bontonompo

Momen yang sangat berharga untuk saya di tanggal 5 Mei 2018. Tulisan di atas mungkin bagi kita hanya tulisan biasa yang menyerupai cakar ayam. Namun, tahukah kalian jika tulisan-tulisan ini memiliki arti yang mendalam bagi yang dapat memahami bahasa Makassar.
.
Hari ini saya memberikan pelajaran Muatan Lokal kepada siswa-siswi saya di MI Anassappu Bontonompo. Pelajaran muatan lokalnya yaitu Bahasa Daerah. Demi mengembangkan imajinasi dan tetap mempertahankan budaya lokal, saya memberikan tugas membuat puisi kepada siswa saya menggunakan bahasa daerah Makassar.
Tidak saya sangka, beberapa puisi mereka membuat saya meleleh dan menitikkan air mata.
. -Fitriyana
Menuliskan tentang kesyukurannya terhadap uang jajan yang diberikan oleh ayahnya. Sedikit banyaknya tidak jadi masalah baginya. Asalkan dia dan adiknya punya uang jajan yang akan dia bawa ke sekolah. .
-Ahriani
Puisi I
Ia menceritakan kebiasaannya sebelum ke sekolah yang selalu membantu ayahnya mengurus sapi. Barulah pada jam 06.3…

Wisata Rammang-rammang oleh Ainun Jariah

Perempuan itu terus memandangj tanggal yang ada di HP nya. Hampir setiap hari ia mengecek tanggal itu. Bibirnya tertarik membentuk senyum lebar saat sadar, tanggal yang ia tunggu-tunggu akhirnya tiba. 1 Mei 2018. Bukan karena hari ini bertepatan dengan hari buruh. Tapi karena hari itu tanggal menunjukkan warna merah di angkanya.   Alhamdulillah. Family time. Dan akhirnya cita-citanya untuk jalan-jalan ke @Rammang-rammang terwujudkan.

Ia dan suami beserta adik iparnya OTW ke Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa kabupaten Maros.Perjalanan yang cukup jauh. Kurang lebih dua jam perjalanan. Jarak antara Sungguminasa, Gowa dan Maros Lumayan menguras tenaga. Namun sesampainya di sana, semua lelah seakan menguap. Masyaallah. Di jalan memasuki tempat wisata mata kita dimanjakan oleh jejeran bebatuan kuno yang berdiri indah di sekitar sawah-sawah warga terpahat dengan begitu baik. Katanya bebatuan itu merupakan gugusan pegunungan kapur atau karst.
Gugusan Pegunungan Kapur (karst) Rammang-Rammang y…