Langsung ke konten utama

Untuk Apa Ada Aku?

Senja telah beranjak. Diikuti oleh bayangmu yang kian memudar. Sore itu, kau pamit untuk pulang. Katamu kau tidak bisa menghubungiku untuk beberapa hari ini. Seminggu lebih tepatnya. Ada sesuatu yang ingin kau selesaikan.
Seketika senyumku berubah jadi kecut.

"Tidak bisakah kau mengerjakannya lalu menyisihkan sedikit waktumu untuk berkabar denganku?"
Katamu "Tidak!!"

Aku menarik langkahku bersama kekecewaan.
Lalu untuk apa ada aku jika hadirku hanya sebagai penghalang langkahmu? Untuk apa ada komitment tuk bersama saat kau tidak bisa melakukan apa-apa jika ada aku? Lalu bagaimana kehidupan setelah menikah nanti?Aku pasti akan selalu ada di dekatmu. Jika katamu demikian, maka untuk apa kita bersama? Dulu kau bisa menyelesaikan sebuah buku untukku. Tanpa harus ada jedah dan jarak antara kita. Kau bisa menghasilkan banyak tulisan lalu terbit. Kita kompak melakukannya bersama-sama. Lalu kenapa baru sekarang kau mengatakan untuk memberi jarak pada kita?

Yang aku tahu kita bertemu bukan untuk berpisah.
Bukan pula untuk saling melupakan.
Bukankah kita bertemu untuk saling menguatkan?

Kau tahu baik. Jika aku sama sekali tidak bisa jauh darimu. Satu hari saja tanpa kabarmu bisa membuatku gila dan mengomel tidak karuan? lalu bagaimana jika itu adalah seminggu?
Maka sekali lagi kukatakan untuk apa ada aku?


my HaeSun's room

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi-puisi bahasa Makassar dari kelas IV MI Anassappu Bontonompo

Momen yang sangat berharga untuk saya di tanggal 5 Mei 2018. Tulisan di atas mungkin bagi kita hanya tulisan biasa yang menyerupai cakar ayam. Namun, tahukah kalian jika tulisan-tulisan ini memiliki arti yang mendalam bagi yang dapat memahami bahasa Makassar.
.
Hari ini saya memberikan pelajaran Muatan Lokal kepada siswa-siswi saya di MI Anassappu Bontonompo. Pelajaran muatan lokalnya yaitu Bahasa Daerah. Demi mengembangkan imajinasi dan tetap mempertahankan budaya lokal, saya memberikan tugas membuat puisi kepada siswa saya menggunakan bahasa daerah Makassar.
Tidak saya sangka, beberapa puisi mereka membuat saya meleleh dan menitikkan air mata.
. -Fitriyana
Menuliskan tentang kesyukurannya terhadap uang jajan yang diberikan oleh ayahnya. Sedikit banyaknya tidak jadi masalah baginya. Asalkan dia dan adiknya punya uang jajan yang akan dia bawa ke sekolah. .
-Ahriani
Puisi I
Ia menceritakan kebiasaannya sebelum ke sekolah yang selalu membantu ayahnya mengurus sapi. Barulah pada jam 06.3…

PR Bagi Petugas Pelayanan Rumah Sakit Oleh: Ainun Jariah

ADA BANYAK pasien pengguna jasa Rumah Sakit (RS) sebelum datang ke RS tertentu akan mencari tahu bagaimana pelayanannya. Baik dari pihak yang memiliki pengalaman di RS maupun dari berita-berita yang beredar di sekitarnya.

Masyarakat enggan datang ke Rumah Sakit X jika tahu kondisi pelayanan dari RS tersebut kurang baik atau jika tahu fasilitasnya kurang memadai. Jika pasien yang memiliki tingkat ekonomi tinggi mungkin akan mencari RS swasta, dengan kata lain RS berkualitas meski harus mengeluarkan uang berlebih. Namun bagaimana dengan pasien tingkat ekonomi rendah?

Mungkin satu satunya yang pemerintah sarankan yaitu penggunaan Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang kini dikelola oleh BPJS Kesehatan. Akan tetapi, layanan BPJS Kesehatan dirasakan oleh beberapa pihak masih memiliki kekurangan.

Baca juga: Mendidik Anak Sejak dalam Rumah

Tindakan Petugas
Bukan rahasia lagi, terkadang di sebuah RS ada petugas pelayanan berbuat teledor saat melakukan tindakan. Keteledoran petugas ini bahkan tida…

Rumah Buku ala Pertamina Oleh: Ainun Jariah

Green Village (pemberdayaan ekonomi), Pertamina SEHATI (kesehatan), Bright with Pertamina (pendidikan) dan Ecopreneurship (kewirausahaan). Empat pilar tersebut merupakan issue program pemeliharaan dan pengembangan masyarakat sebagai bentuk program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pertamina Marketing Operation Regional (MOR) VII Sulawesi. Ke empat pilar ini telah direalisasikan oleh pihak Pertamina dalam berbagai kegiatan. Seperti pemberian dana UKM kepada masyarakat, pemeriksaan bagi wanita lanjut usia setiap bulan, menyantuni anak yatim, mengadakan pasar murah dan masih banyak lagi. Kegiatan CSR ini dilakukan di daerah pesisir Pattingalloang dan daerah Tamallabbang, Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Di sini penulis mencontohkan daerah Pattingalloang sebagai suatu project plan dari daerah yang menjadi tempat terlaksananya program CSR. Mengapa Pattingalloang yang dipilih, sebab nama Karaeng Pattingalloang sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia bagia…